Ku pastikan ini jentikan jemariku yang terakhir tentangmu. Ku pastikan malam ini adalah malam terakhir aku menyimpan namamu dalam hatiku. Ku pastikan malam ini adalah malam terakhir aku mengingat dan mengenang semua kenangan tentang kita. Dan ku pastikan malam kemarin dan pagi ini adalah yang terakhir airmata ku terjatuh, tumpah karena kamu.
Aku mengikhlaskan semuanya. Aku
mengikhlaskan kamu memilih dia sebagai rumahmu. Aku mengikhlaskan kamu bercanda
dan bersenda gurau dengannya. Aku mengikhlaskan kamu menghabiskan waktumu
dengannya. Aku mengikhlaskan dia mengambil semua kebahagiaanku. Dan aku
mengikhlaskan dia menjadi tujuan terakhirmu.
Aku tidak akan pernah membencimu.
Aku tidak akan pernah meletakkan dendam sedikitpun padamu. Aku tidak akan
pernah menaruh amarah apapun padamu. Hanya saja aku butuh waktu untuk sembuhkan
lukaku. Lukaku masih amat sangat basah, entah kapan akan kering, aku harap
secepatnya. Kalau pun aku menjauh bukan berarti aku ingin kamu pergi. Aku tidak
sebenci itu padamu. Ini hanyalah caraku untuk menenangkan diriku, bahwa
seseorang yang pernah ku perjuangkan sendiri gagal untuk kumilikki.
Aku akan selalu belajar menghapus
semua tetang kita hingga nanti rasaku benar-benar hilang bukan hanya sekedar
pudar. Aku akan berusaha semampuku untuk menyangkal rasa sakit meski aku tahu
itu tak mudah. Aku juga akan belajar untuk meletakkan list namamu sebagai teman
biasaku.
Aku selalu tahu, mengaggapmu tak
pernah ada memang sangat sulit. Tapi aku harus melakukannya. Aku ingin bebas
tanpa ada lagi yang terganjal. Aku ingin berlari kencang tanpa lagi melihat
kebelakang. Setiap kenangan manis yang pernah kita buat biar hanya menjadi
kenangan yang tak ingin kuingat lagi adanya. Biar aku yang akan bereskan
sendiri, berusaha untuk kuat meski perasaan masih saja sekarat.
Maaf, jika aku selalu menjadi
wanita munafik dihadapanmu. Maaf, jika aku selalu tak jujur dengan perasaanku.
Aku melakukan hal itu agar kamu tak pergi. Agar kamu tetap bersamaku. Kamu
mungkin tak akan pernah paham bagaimana aku sudah meletakkan banyak mimpiku
bersamamu. Kamu juga tidak akan pernah paham kenapa malam itu aku meminta kita
untuk saling jujur tentang apapun, dan aku bahagia kamu mengiyakannya. Kamu
juga tak akan pernah paham mengapa aku harus menipu perasaanku malam itu. Semuanya
ku lakukan karena aku tak ingin kamu pergi. Aku tak ingin kamu merasa pusing
dengan perasaan bodohku.
Ahh, kamu. Bagiku kamu tetaplah
kamu. Seseorang yang pernah kucintai dan kurindukan di malam-malamku. Bagaimanapun,
aku pernah kamu panggil sayang. Bagaimanapun, kita pernah bercumbu dalam ikatan
perasaan yang nyata. Perasaan yang masih saja ada, meski berkali-kali kucoba
untuk mengusirnya.
Tenang, kupastikan akan segera
hilang. Kalau pun nanti aku memilih seseorang yang lain untuk menemani hidup,
menghabiskan sisa waktu, serta menjadi rumah dan tujuan, sudah kupastikan dia
bukan pilihan atas sebuah pelarian. Karena aku percaya bahwa aku akan menemukan
dan ditemukan oleh seseorang yang paham menjaga hati dan tidak akan pernah
melepaskanku dengan rasa patah hati.
Terimakasih sudah pernah singgah
meski hanya sebentar. Terimakasih sudah menunjukkan dunia yang berbeda walau
hanya sebentar. Terimakasih sudah menjadi alasanku untuk selalu kuat menghadapi
semua omongan orang. Terimakasih sudah pernah menjadi alasanku untuk tetap
tersenyum meski dalam keadaan sulit. Terimakasih sudah pernah mencintaiku walau
tak sedalam rasaku. Terimakasih sudah bersedia untuk bersama.
Dan untuk kamu, terus jadi pria
dewasa yang hebat yaa.
Tunjukkan padaku kalau kamu
bukanlah pria lemah dan payah. Jangan pernah berhenti tersenyum dan bahagia
meski keadaan tak seperti yang kamu harapkan. Dan tolong cintai dia sebagaimana
layaknya kekasih. Jangan jadikan dia seperti oranglain yang hanya merasa
bahagia sendiri. Karena itu rasanya amat sangat menyakitkan. Ada, tapi hanya
dianggap seperti bayangan.
Harus jujur dan terbuka apapun
alasan dan masalahnya, karena hubungan yang baik adalah hubungan yang memiliki
rasa saling didalamnya serta dijalankan dengan dua orang, bukan sendiri apalagi
bertiga.
Selamat bahagia kamu, senjaku.
Dari wanita yang ingin dilihat
bukan sekedar dilirik.