Tentang air, tentang kamu, yang bagiku semua
sama. Menyejukkan. Tuan, apakah kau ingat? Kita pernah sama-sama terjebak oleh
hujan, kemudian memutuskan sejenak berteduh. Pada suatu tempat yang sama sekali
kita tidak tahu siapa pemiliknya. Tapi kita sama –sama tahu, hati kita saling
memiliki. Kala itu.
Hujan adalah jalan. Hingga kita bisa lebih
mengenal satu sama lain. Perkenalan yang dulunya ku kira atas perantara Tuhan.
Lalu kita memutuskan untuk terus menikmati setiap perjalanannya, hingga di
titik seperti sekarang. Titik dimana kamu terlalu mudah untuk diingat dan
terlampau butuh waktu lama untuk dilupakan. Sampai, aku selalu kehabisan waktu
serta cara. Namun sayangnya, kau masih menjadi objek manis dan nyata dalam setiap ingatan semuku.
Kita pernah menunggu hujan hingga reda
bersama. Berkehendak sama agar tidak kuyub di bawah matahari siang. Meski
sesekali memilih melawan. Karena dalam benak terbersit, setidaknya saat itu aku
tidak sendiri. Kau ada disitu, menemaniku, kita menerjang bersama derasnya air
langit. Ada banyak perlindungan, ada banyak perhatian yang sama-sama kita
curahkan satu sama lain. Seolah, jika tak memperhatikanmu sebentar saja rasanya
aku tak lagi diriku. Kau berhasil menciptakan banyak kebiasaan baru. Dan
terimakasih, aku suka.
Seperti hujan terkadang kau mudah datang.
Kemudian menghilang begitu saja. Bersembunyi dibalik bebatuan tanah, dan muncul
kembali dari endapan awan. Kau pintar mencuri perhatian. Terlebih perhatianku.
Kau juga pintar pergi, mengalir begitu saja tanpa ada penjelasan. Seolah
melepasku, hatimu tidak berat sama sekali. Padahal kita pernah sama-sama
berjanji, mengunci hati untuk saling memiliki. Terimakasih atas setiap kata
yang kau sembunyikan agar aku tidak pernah tahu apa alasan dibalik semua itu.
Sekarang tengah hujan. Sebelum sedingin ini,
kita pernah saling menghangatkan. Terimakasih atas setiap tangis yang kau atas
namakan diriku. Kita, aku dan kamu terlalu banyak menghabiskan momen hujan
ditemani satu sama lain. Hingga saat ada hujan namun tak ada dirimu. Rasanya
selalu ada yang kurang.
Hey kamu, aku rindu.