Minggu, 18 Juni 2017

Hey, Kalian...



Aku kembali lagi menulis, sama seperti alasanku sebelumnya tentang menulis, aku menulis karena bagiku ketika mulut tak mampu berucap hanya kata-kata yang mampu diungkap. Itu sebabnya mengapa aku menulis.

Tulisanku kali ini untuk kalian. Bukan hanya untuk pria yang dulu biasa ku anggap sebagai senja, bukan juga menulis dengan maksud membuat kamu sebagai wanitanya cemburu. Sama sekali tidak. Maaf kalau kata-kataku nanti ada yang menyinggung perasaan kalian, atau mungkin kalian tidak suka dengan apa yang aku tulis ini.

Aku menulis ini dengan satu alasan. Rindu. Ya, aku dilanda rindu.

Aku rindu duniaku yang dulu, aku rindu tawa kita yang dulu, aku rindu menjadi bagian terpenting dalam deretan “pendengar” keluh kesah kalian, aku rindu menjadi pundak ternyaman kalian ketika rasanya kalian ingin menitikan airmata, aku rindu menjadi orang pertama yang kalian cari ketika kalian butuh seseorang untuk mendengarkan apa yang kalian rasakan, aku rindu menjadi “kakak” kesayanganmu lagi, dek, aku rindu menjadi sahabat bertukar imajinasimu lagi, bang, aku rindu kalian.

Aku selalu tahu masa lalu tidak akan pernah kembali. Karena semua ada masanya. Dan saat ini semuanya berubah. Kali ini kita ada di posisi dimana kita sama-sama menjaga jarak. Percayalah, aku menjauh bukan karena aku membenci kalian. Aku menjauh bukan karena aku tak ingin melihat kalian. Sama sekali tidak. 

Aku menjauh karena aku sayang kalian. Aku tak ingin jadi orang ketiga diantara hubungan kalian. Aku juga tak ingin jadi sebab kalian bertengkar. Aku juga tak ingin dianggap sebagai perusak kebahagian orang lain, sebagai wanita yang “nusuk” dari belakang, sebagai “cewek pengkhayal”, atau bahkan sebagai wanita perebut kekasih orang. Sungguh, kalau kalian menganggapku seperti itu, bagiku keterlaluan.

Aku memang pernah berbuat salah pada kalian. Seperti yang kalian tahu, tidak akan ada satu pun manusia yang sempurna. Maka dari itu, aku mohon maaf kalau mungkin aku berbuat salah pada kalian. Apapun itu, sekecil apapun aku minta maaf. Segala sesuatu yang pernah terjadi di masa lampau, biar dia bermain pada masanya. Segala sesuatu yang terjadi dimasa ini dan yang akan datang, mari kita perbaiki keadaan kita. Apapun yang pernah terjadi pada kita mari anggap sebagai pendewasaan diri. Sebagai pembelajaran hidup.

Dek, aku minta maaf. Salahku memang banyak. Ditulisanku kali ini aku tidak ingin membela diriku sama sekali. Aku tidak ingin menjadi seorang wanita yang selama ini kau anggap perusak, menjadi seorang wanita yang kau bilang sensitive, menjadi seorang wanita yang kau bilang aku terlihat seperti membencimu. Aku ingin hubungan kita kembali membaik, secepat mungkin. Sulit memang, tapi bukan berarti tidak bisa kan? Hanya kita tidak pernah mengusahakannya menjadi baik.

Jujur, selama ini aku merasa kau membenciku. Aku merasa kau memiliki dendam padaku. Aku merasa kau memata-mataiku, membuntuti setiap gerak-gerikku, aku merasa bahwa kau tak lagi percaya bahwa aku tak akan mendekati kekasihmu. Dek, percayalah aku masih ingin kau anggap sebagai kakakmu.

Dan untuk kau, bang. Terimakasih sudah pernah menjadi bagian sekilas dalam perjalanan hariku. Terimakasih sudah pernah mengajarkan segala sesuatu yang terbaik padaku. Terimakasih sudah pernah mau berbagi kisahmu padaku. Terimkasih juga sudah pernah menorehkan luka di hati yang menyebabkan airmata ku jatuh tak terhenti selama beberapa malam hanya karena perkataanmu. Aku minta maaf kalau aku punya salah. Aku minta maaf kalau kau akhirnya harus diadili oleh kedua senior kita. Maaf.

Untukmu bang, aku tak bisa banyak menulis. Ku serahkan semuanya pada Tuhan, biar Dia yang mengatur segalanya dengan baik sesuai kehendakNYA. Semoga kebaikan Tuhan selalu mengalir dan dilimpahkan bagi kita, ya..

Hmm..
Kupikir tulisanku kali ini cukup. Aku tak banyak berharap kalian akan membacanya. Namun, jika kalian membacanya kumohon bacalah dengan pikiran yang positif dan berpikir dewasa. Dan cobalah berhenti berpikiran negatif padaku. Sekali lagi kukatakan, aku menulis karena hanya dengan beginilah caraku untuk mengungkapkan apa yag aku rasakan pada kalian.

Dek, bang, aku rindu!