Senin, 30 Oktober 2017

Tidak Untuk Dibaca



Sesekali aku ingin mengenangmu lagi. Mengingat-ingat kembali bahwa dulu pernah ada bahagia yang berakhir luka. Antara aku dan kamu. Aku yang dulu pernah mencintaimu, aku yang dulu pernah begitu percaya bahwa kau akan menjadi alasan bahagiaku satu-satunya. Aku yang pernah menanam banyak doa-doa didadamu untuk kita. Memupuknya agar terus tumbuh dan semakin bertambah. Dengan tabah ku jaga hatiku sepenuhnya untukmu. Namun ternyata kau enggan merawatnya, kau memilih melepas paksa hatiku demi dia yang demikian kau cintai.

Aku pernah mempertaruhkan hidupku hanya untuk tetap berada di hadapanmu. Mempertaruhkan bahagia ku karena bagiku bahagia ku seutuhnya adalah kamu. Bahkan saat kau tak lagi peduli dengan apa saja yang aku hadapi. Aku tetap saja ingin memperjuangkan mu. Memperjuangkan mu tanpa memikirkan hal buruk di sekitar ku. Kala itu bagiku, kau pernah begitu berarti. Seseorang yang dengan sangat kuharapkan membalas perasaan ku. Orang yang tak lagi ingin ku gantikan dengan yang lain. Namun akhirnya kau tetap memilih orang lain.

Aku kira patah hati tak pernah mampu membuat ku jatuh lagi. Sebab begitu banyak doa yang ku percaya menjadi percuma. Namun aku salah. Waktu memberi penjelasan atas semuanya, bahwa secinta apapun aku dulu kepadamu pada akhirnya orang yang melukai tak selayaknya diperjuangkan lagi. Setelah patah hati dan lelah yang panjang, aku paham, cinta baru akan selalu datang. Meski patah hati bisa saja terulang. Tidak ada alasan untuk tidak bahagia. Itulah mengapa setiap orang patah hati harus tetap belajar membuka hatinya untuk kembali menerima cinta yang baru. Begitu pun aku.

Aku tahu, aku tidak seharusnya mengingatmu yang tak lagi mengingatku. Aku paham betul, saat seseorang memilih pergi untuk hati yang lain artinya dia tidak layak lagi kembali. Karena bagiku lebih baik patah hati dan kecewa oleh orang yang berbeda, daripada dipatahhatikan dan dikecewakan dengan orang yang sama. Sebab pada akhirnya setiap yang patah hati akan sampai pada titik dimana mereka mampu berkata “ternyata aku baik-baik saja”. Dan nyatanya, akan ada orang lain yang menggantikan tempatmu. Dan kamu, bahagialah. Jangan patah hatikan dia seperti apa yang kau lakukan padaku.