Aku merasakan hal itu makin berbeda dalam hati ini. Entahlah
perasaan ini benar atau salah, tapi aku mulai yakin kalau ini memang benar ku
rasakan terhadapnya. Yaa.. aku mulai mencintainya, mencintai laki-laki yang tak
pernah ku harapkan untuk membuat suatu hal istimewa dalam hari-hariku.
Dia…
Yaa.. dia..
Dia mampu membuat ku merasakan cinta yang belum pernah ku
rasakan sebelumnya. Perasaan ini sangat berbeda, amat sangat berbeda. Caranya
membuat ku terpesona pun berbeda tak seperti pria lain. Awalnya memang biasa
tapi sepertinya dari awal yang biasa itu dia mampu membuat hal istimewa yang
tak terlupakan bagiku.
Awal mungkin biasa, tapi pertengahan hingga akhirnya ku harap
bisa selalu istimewa dan mempunyai kesan yang selalu berbeda.
Hhh.. ku harap semua kesan bersamanya adalah sebuah kesan yang
tak terlupakan untuk ku kenang ^^
Entahlah
rasa apa yang sedang terjadi padaku. Aku merasakan sesuatu yang berbeda
terhadapnya. Terhadap laki-laki yang dulu sangat disegani olehku.
Sejak
saat itu, saat malam minggu setelah selesai ibadah pemuda-pemudi di gerejaku,
aku di ajak makan dengan beberapa teman-temanku. Yaa.. awalnya aku tak mau,
tapi karena mereka memaksa yaa apa boleh buat. Lagi pula dari pada tak ada yang
mengantarkan ku pulang. Akhirnya dengan terpaksa aku pun mau ikut dengan
mereka. Aku pergi bersama kakak manis endut embem itu, mantan ketua pemuda-pemudi gerejaku. Yaa..
biasa saja. Karena aku pun tak tertarik dengannya. Aku pergi bersamanya naik sepeda
motornya ketempat makan yang kami tuju. Selesai makan saat aku hendak
mengeluarkan uang dari dompet ku untuk membayar makanan ku, tiba-tiba dia
bekata “gak usah, biar kakak aja yang bayarin kamu”. Aku hanya tersipu malu,
ya jelaslah.. sudah diantar pulang, kemudian makan dibayarin pula.. woowww..
beruntung sekali aku malam itu.
Setelah
kami selesai makan dan dia menbayar makanan ku. Ternyata kami tak langsung
pulang. Dia mengajakku ke satu tempat yang agak jauh dan aku pun tak tahu mau
kemana dia membawaku. Ternyata dia membawaku ke satu warung pecel lele di
pinggir jalan raya. Dia bilang dia mau membeli makanan untuk ibunya. Betapa terkejutnya aku mendengar itu. Ternyata
dibalik sikapnya yang kata orang kaku, cuek dan menyebalkan, dia sosok yang
sangat perhatian terhadap ibunya. Satu sifat yang berbeda yang belum pernah ku lihat
dan ku tahu dari seorang kakak manis endut embem itu.
Sepanjang
perjalanan pulang ada sesuatu yang bebeda yang ku rasa padanya. Entah rasa
kagum akan apa yang baru saja ku ketahui tentang sosok tersembunyinya itu, atau
aku mulai menyukai sifat dan karakternya itu. Sampai dirumah pun aku masih tak
mengerti dengan apa yang kurasa ini. Oohhh Tuhan… perasaan apakah ini?? Mengapa
tiba-tiba seperti ini??
Ku
fikir akan segera hilang, karena aku hanya mengagumi sifatnya sekejap saja.
Tapi ternyata tidak. Rasa ini bertumbuh makin dalam. Aku pun mulai menyukainya.
Menyukainya saat aku tahu tentang kepribadiannya yang tersembunyi itu. Bahkan
mungkin aku mulai jatuh hati terhadapnya. Aahhh… Entahlah… Aku sendiri yang
merasakan bingung mengapa ini bisa terjadi padaku. Cinta memang susah untuk diterka
kapan dia akan bersemi dan kapan dia akan padam.