Rabu, 18 Desember 2013

DIA


Aku merasakan hal itu makin berbeda dalam hati ini. Entahlah perasaan ini benar atau salah, tapi aku mulai yakin kalau ini memang benar ku rasakan terhadapnya. Yaa.. aku mulai mencintainya, mencintai laki-laki yang tak pernah ku harapkan untuk membuat suatu hal istimewa dalam hari-hariku.

Dia…
Yaa.. dia..

Dia mampu membuat ku merasakan cinta yang belum pernah ku rasakan sebelumnya. Perasaan ini sangat berbeda, amat sangat berbeda. Caranya membuat ku terpesona pun berbeda tak seperti pria lain. Awalnya memang biasa tapi sepertinya dari awal yang biasa itu dia mampu membuat hal istimewa yang tak terlupakan bagiku.

Awal mungkin biasa, tapi pertengahan hingga akhirnya ku harap bisa selalu istimewa dan mempunyai kesan yang selalu berbeda.

Hhh.. ku harap semua kesan bersamanya adalah sebuah kesan yang tak terlupakan untuk ku kenang ^^

Malam misteri itu..


19-nov-2011

Entahlah rasa apa yang sedang terjadi padaku. Aku merasakan sesuatu yang berbeda terhadapnya. Terhadap laki-laki yang dulu sangat disegani olehku.
Sejak saat itu, saat malam minggu setelah selesai ibadah pemuda-pemudi di gerejaku, aku di ajak makan dengan beberapa teman-temanku. Yaa.. awalnya aku tak mau, tapi karena mereka memaksa yaa apa boleh buat. Lagi pula dari pada tak ada yang mengantarkan ku pulang. Akhirnya dengan terpaksa aku pun mau ikut dengan mereka. Aku pergi bersama kakak manis endut embem itu, mantan ketua pemuda-pemudi gerejaku. Yaa.. biasa saja. Karena aku pun tak tertarik dengannya. Aku pergi bersamanya naik sepeda motornya ketempat makan yang kami tuju. Selesai makan saat aku hendak mengeluarkan uang dari dompet ku untuk membayar makanan ku, tiba-tiba dia bekata “gak usah, biar kakak aja yang bayarin kamu”. Aku hanya tersipu malu, ya jelaslah.. sudah diantar pulang, kemudian makan dibayarin pula.. woowww.. beruntung sekali aku malam itu.
Setelah kami selesai makan dan dia menbayar makanan ku. Ternyata kami tak langsung pulang. Dia mengajakku ke satu tempat yang agak jauh dan aku pun tak tahu mau kemana dia membawaku. Ternyata dia membawaku ke satu warung pecel lele di pinggir jalan raya. Dia bilang dia mau membeli makanan untuk ibunya.  Betapa terkejutnya aku mendengar itu. Ternyata dibalik sikapnya yang kata orang kaku, cuek dan menyebalkan, dia sosok yang sangat perhatian terhadap ibunya. Satu sifat yang berbeda yang belum pernah ku lihat dan ku tahu dari seorang kakak manis endut embem itu.
Sepanjang perjalanan pulang ada sesuatu yang bebeda yang ku rasa padanya. Entah rasa kagum akan apa yang baru saja ku ketahui tentang sosok tersembunyinya itu, atau aku mulai menyukai sifat dan karakternya itu. Sampai dirumah pun aku masih tak mengerti dengan apa yang kurasa ini.
Oohhh Tuhan… perasaan apakah ini?? Mengapa tiba-tiba seperti ini??
Ku fikir akan segera hilang, karena aku hanya mengagumi sifatnya sekejap saja. Tapi ternyata tidak. Rasa ini bertumbuh makin dalam. Aku pun mulai menyukainya. Menyukainya saat aku tahu tentang kepribadiannya yang tersembunyi itu. Bahkan mungkin aku mulai jatuh hati terhadapnya.
Aahhh… Entahlah… Aku sendiri yang merasakan bingung mengapa ini bisa terjadi padaku. Cinta memang susah untuk diterka kapan dia akan bersemi dan kapan dia akan padam.