19-nov-2011
Entahlah rasa apa yang sedang terjadi padaku. Aku merasakan sesuatu yang berbeda terhadapnya. Terhadap laki-laki yang dulu sangat disegani olehku.
Sejak
saat itu, saat malam minggu setelah selesai ibadah pemuda-pemudi di gerejaku,
aku di ajak makan dengan beberapa teman-temanku. Yaa.. awalnya aku tak mau,
tapi karena mereka memaksa yaa apa boleh buat. Lagi pula dari pada tak ada yang
mengantarkan ku pulang. Akhirnya dengan terpaksa aku pun mau ikut dengan
mereka. Aku pergi bersama kakak manis endut embem itu, mantan ketua pemuda-pemudi gerejaku. Yaa..
biasa saja. Karena aku pun tak tertarik dengannya. Aku pergi bersamanya naik sepeda
motornya ketempat makan yang kami tuju. Selesai makan saat aku hendak
mengeluarkan uang dari dompet ku untuk membayar makanan ku, tiba-tiba dia
bekata “gak usah, biar kakak aja yang bayarin kamu”. Aku hanya tersipu malu,
ya jelaslah.. sudah diantar pulang, kemudian makan dibayarin pula.. woowww..
beruntung sekali aku malam itu.
Setelah
kami selesai makan dan dia menbayar makanan ku. Ternyata kami tak langsung
pulang. Dia mengajakku ke satu tempat yang agak jauh dan aku pun tak tahu mau
kemana dia membawaku. Ternyata dia membawaku ke satu warung pecel lele di
pinggir jalan raya. Dia bilang dia mau membeli makanan untuk ibunya. Betapa terkejutnya aku mendengar itu. Ternyata
dibalik sikapnya yang kata orang kaku, cuek dan menyebalkan, dia sosok yang
sangat perhatian terhadap ibunya. Satu sifat yang berbeda yang belum pernah ku lihat
dan ku tahu dari seorang kakak manis endut embem itu.
Sepanjang
perjalanan pulang ada sesuatu yang bebeda yang ku rasa padanya. Entah rasa
kagum akan apa yang baru saja ku ketahui tentang sosok tersembunyinya itu, atau
aku mulai menyukai sifat dan karakternya itu. Sampai dirumah pun aku masih tak
mengerti dengan apa yang kurasa ini.
Oohhh Tuhan… perasaan apakah ini?? Mengapa tiba-tiba seperti ini??
Oohhh Tuhan… perasaan apakah ini?? Mengapa tiba-tiba seperti ini??
Ku
fikir akan segera hilang, karena aku hanya mengagumi sifatnya sekejap saja.
Tapi ternyata tidak. Rasa ini bertumbuh makin dalam. Aku pun mulai menyukainya.
Menyukainya saat aku tahu tentang kepribadiannya yang tersembunyi itu. Bahkan
mungkin aku mulai jatuh hati terhadapnya.
Aahhh… Entahlah… Aku sendiri yang merasakan bingung mengapa ini bisa terjadi padaku. Cinta memang susah untuk diterka kapan dia akan bersemi dan kapan dia akan padam.
Aahhh… Entahlah… Aku sendiri yang merasakan bingung mengapa ini bisa terjadi padaku. Cinta memang susah untuk diterka kapan dia akan bersemi dan kapan dia akan padam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar