Jumat, 17 Agustus 2018

Selamat Ulang Tahun!!!


Hay, Tuan.. Selamat datang.

Pria bersuku batak dengan potongan rambut cepak, berbadan tinggi dan cukup berisi. Kau berhasil masuk dalam duniaku. Selamat datang di duniaku dengan berjuta imajinasi konyol yang terkadang banyak orang menilainya dengan sebelah mata karena bagi mereka aku adalah termasuk wanita yang hanya pandai berimajinasi.

Kini kau berhasil menjadi tokoh baru dalam jentikan jemariku. Menjadi sesuatu yang akan kurangkai indahnya melalui susunan kosakata kalimat sederhana yang kupunya. Semoga tak kau lihat murahan susunan kalimat ini. Aku hanya menuangkan isi kepalaku dengan berbagai perasaan memuncak, semoga tak kau lihat berlebihan.

Jentikan jemariku kali ini kutulis ketika aku sulit tertidur ditengah detik-detiknya pergantian hari baru. Menjelang saat dimana Indonesia akan merayakan hari kemerdekaannya, dengan euforia setiap perlombaan yang akan diselenggarakan. Ulang tahunmu pun sama seperti hari kemerdekaan Indonesia, yaa.

Kau tahu, bagiku kali ini kau datang sebagai penghapus sepi. Aku senang kau ada. Hadirmu begitu magis dan mampu menghipnotisku hingga tertarik dalam setiap rentetan pesan singkat yang kau kirim. Namamu menjadi list pertama dalam list pesan singkatku. Bagiku kau menyenangkan, mampu membuat tawa meski nyatanya baru 60 hari kita berkenalan dan dua kali berhadapan muka.

Tapi, cinta mana yang pernah salah? 

Kau lucu, aku suka. Kau menarik, aku tertarik.

Sulit memang memakai logika jika sedang jatuh hati. Meski seharusnya kisah ini adalah kisah yang hakikatnya tidak boleh dimulai. Sedang senang, namun tiba-tiba merasa pilu. Miris.

Entahlah, dalam waktu bersamaan kau buat aku menjadi seorang penakut. Aku takut ketika kau tak kirimkan pesan singkatmu meski hanya sekedar satu kata atau dua kata yang menjadi semangat pagiku hingga malam berganti lelap. Aku takut ketika aku harus kehabisan topik pembicaraan dan kau tak mencari topik baru sebagai bahan celotehan komunikasi kita dalam layar telepon selulerku. Aku takut ketika pada akhirnya kau menghilang, pergi ketika perasaan itu mulai timbul. Kau menjelma menjadi sosok pria yang seringkali membuat senang dan pilu dalam waktu yang bersamaan.

Dalam jentikan jemariku kali ini ku ucapkan rasa terimakasihku padamu. Terimakasih sudah menjadi penghibur meski belum tentu dirasakan dua arah. Terimakasih karena telah menuntunku untuk tersenyum ketika ku beranjak tidur. Terimakasih telah membuat jantung berdegub kencang ketika pesanmu masuk dalam daftar notifikasi seluler genggamku. Terimakasih sudah membuat hati merasakan bagaimana rasanya merindu kembali.

Maaf jika isi tulisan ini adalah kalimat tak bermakna dan memuakkan. Ngomong-ngomong, selamat ulang tahun, teman, pria pembawa tawa. Semoga bertambahnya umurmu, kau semakin menjadi pria bijaksana dengan segala kerendahan hati yang kau punya. Biarlah kehormatan dan kekayaan selalu dilimpahkanNYA padamu. Tuhan berkati kau supaya kau bisa menjadi saluran berkatNYA. Terus sehat, sehat terus. Terus bahagia, bahagia melimpah atasmu.  Tuhan Yesus mengasihimu dan sepertinya rasa itu menjelma serupa.

Sekali lagi selamat ulang tahun, Tuan..
Tokoh yang belum sempat temuiku lagi hingga ku posting tulisan ini. Aku harap kita lekas jumpa!