Jumat, 24 Januari 2014

Arti dirimu untukku, Sahabat!!!

Sahabat itu adalah seseorang yang mengangkat kita ketika kita mulai jatuh. Seseorang yang mengulurkan tangannya ketika kita mulai merasa dunia menjauh dari diri kita. Seseorang yang tetap tegar setia mendampingi hidup meski terkadang banyak sekali cobaan menerpa diri dan merekalah yang selalu mampu mengangkat kita ketika sayap kita mulai berjatuhan perlahan.
Mereka lebih dari seorang pahlawan. Mereka lebih dari sehelai bulu nan lembut. Mereka lebih dari selembar kertas putih, dan mereka lebih indah dari warna sang mentari saat terbenam. Sahabat memberi warna indah layaknya pelangi sehabis hujan. Sahabat adalah penyejuk hati layaknya hujan di tengah kemarau. Sahabat layaknya sinar lilin yang terangnya sangat indah di tengah kegelapan. Sahabat menaruh kasih setiap waktu dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.
Sahabat adalah malaikat yang mengangkat kita untuk melihat dunia saat sayap kita bermasalah. Sahabat pulalah yang mengingatkan kita bagaimana caranya terbang tinggi seperti rajawali. Tegar, kuat, bersemangat tanpa harus takut akan apapun yang ada. Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Persahabatan itu akan selalu kekal bila kita menerimanya dengan penuh ketulusan hati. Persahabatan itu indah bila di dasari dari hati. Persahabatan tidak dibedakan dengan status sosial, kulit, ataupun usia. Persahabatan selalu memberi solusi, bukan mencari permasalahan. Persahabatan tak melihat seberapa besar atau kecilnya sebuah pemberian. Persahabatan adalah jalan Tuhan yang sederhana untuk mewarnai hidup.
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, tetapi karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya. Persahabatan adalah penentuan kebutuhan jiwa. Ladang hati yang di taburi dengan kasih serta buahnya yang manis dengan penuh ucapan terimakasih. Naungan sejuk keteduhannya, api unggun kehangatan jiwa menghampiri di kala hati gersang kelaparan dan di kala jiwa perlu kedamaian.
Dalam persahabata yang tanpa kata, segala pikiran, harapan dan keinginan terungkap dan terangkum bersama menyimpan keutuhan. Ketika tiba saat perpisahan semoga tak ada duka, sebab setiap kejadian indah akan nampak lebih cemerlang dari kejauhan seperti gunung yang tampak lebih agung terlihat dari padang dan daratan. Jangan ada tujuan lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa. Karena cinta kasih yang masih mengandung pamrih hanyalah jaring yang di tebarkan ke udara dan menangkap kekosongan semata.
Seorang sahabat akan mengisi kekurangan bukan keisengan. Dan dalam kemanisan persahabatan biarlah ada tawa riang kehangatan, berbagi duka dan kesenangan. Sebab dalam rintik embun lembut, hati manusia menghirup fajar manis yang terbangun dan kesegaran gairah kehidupan nan sejuk. Seorang sahabat sejati tidak akan menukar hati sahabatnya dengan uang bahkan untuk wanita atau pria sekalipun.
Indahnya berbagi bersama sahabat yang bisa mengerti diri ini apa adanya. Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri. Ketika bersedih sahabat sejati akan berusaha menghibur. Ketika ditimpa kesulitan, sahabat sejati akan berusaha membantu meringankan. Ketika memerlukan bantuan, sahabat sejati akan membantu dengan ketulusan dan pengorbanan. Ketika ada kesalahan, sahabat akan berusaha mengingatkan. Sahabat mengatasi cobaan, bahkan tumbuh bersamanya.
“Sahabat adalah KITA. Bukan aku atau kamu”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar