Sahabat itu adalah seseorang
yang mengangkat kita ketika kita mulai jatuh. Seseorang yang mengulurkan
tangannya ketika kita mulai merasa dunia menjauh dari diri kita. Seseorang yang
tetap tegar setia mendampingi hidup meski terkadang banyak sekali cobaan
menerpa diri dan merekalah yang selalu mampu mengangkat kita ketika sayap kita
mulai berjatuhan perlahan.
Mereka lebih dari seorang
pahlawan. Mereka lebih dari sehelai bulu nan lembut. Mereka lebih dari selembar
kertas putih, dan mereka lebih indah dari warna sang mentari saat terbenam.
Sahabat memberi warna indah layaknya pelangi sehabis hujan. Sahabat adalah
penyejuk hati layaknya hujan di tengah kemarau. Sahabat layaknya sinar lilin
yang terangnya sangat indah di tengah kegelapan. Sahabat menaruh kasih setiap
waktu dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.
Sahabat adalah malaikat yang
mengangkat kita untuk melihat dunia saat sayap kita bermasalah. Sahabat pulalah
yang mengingatkan kita bagaimana caranya terbang tinggi seperti rajawali.
Tegar, kuat, bersemangat tanpa harus takut akan apapun yang ada. Sahabat tidak
pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat
menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Persahabatan itu akan selalu
kekal bila kita menerimanya dengan penuh ketulusan hati. Persahabatan itu indah
bila di dasari dari hati. Persahabatan tidak dibedakan dengan status sosial,
kulit, ataupun usia. Persahabatan selalu memberi solusi, bukan mencari
permasalahan. Persahabatan tak melihat seberapa besar atau kecilnya sebuah
pemberian. Persahabatan adalah jalan Tuhan yang sederhana untuk mewarnai hidup.
Seorang sahabat tidak akan
menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, tetapi karena kasihnya
ia memberanikan diri menegur apa adanya. Persahabatan adalah penentuan
kebutuhan jiwa. Ladang hati yang di taburi dengan kasih serta buahnya yang
manis dengan penuh ucapan terimakasih. Naungan sejuk keteduhannya, api unggun
kehangatan jiwa menghampiri di kala hati gersang kelaparan dan di kala jiwa
perlu kedamaian.
Dalam persahabata yang tanpa
kata, segala pikiran, harapan dan keinginan terungkap dan terangkum bersama
menyimpan keutuhan. Ketika tiba saat perpisahan semoga tak ada duka, sebab
setiap kejadian indah akan nampak lebih cemerlang dari kejauhan seperti gunung
yang tampak lebih agung terlihat dari padang dan daratan. Jangan ada tujuan
lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa. Karena cinta kasih yang
masih mengandung pamrih hanyalah jaring yang di tebarkan ke udara dan menangkap
kekosongan semata.
Seorang sahabat akan mengisi
kekurangan bukan keisengan. Dan dalam kemanisan persahabatan biarlah ada tawa
riang kehangatan, berbagi duka dan kesenangan. Sebab dalam rintik embun lembut,
hati manusia menghirup fajar manis yang terbangun dan kesegaran gairah
kehidupan nan sejuk. Seorang sahabat sejati tidak akan menukar hati sahabatnya
dengan uang bahkan untuk wanita atau pria sekalipun.
Indahnya berbagi bersama
sahabat yang bisa mengerti diri ini apa adanya. Mempunyai satu sahabat sejati
lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri. Ketika
bersedih sahabat sejati akan berusaha menghibur. Ketika ditimpa kesulitan,
sahabat sejati akan berusaha membantu meringankan. Ketika memerlukan bantuan,
sahabat sejati akan membantu dengan ketulusan dan pengorbanan. Ketika ada
kesalahan, sahabat akan berusaha mengingatkan. Sahabat mengatasi cobaan, bahkan
tumbuh bersamanya.
“Sahabat
adalah KITA. Bukan aku atau kamu”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar