Tulisan
ini ku buat untuk kamu
yang
berulangtahun tanggal 10 Juli
Waktu bergerak begitu cepat.
Perkenalan, pertemuan dan perpisahan berganti begitu cepat. Tapi, kamu masih
menjadi pria dengan senyum manis yang seringkali kucuri keindahannya dengan
diam-diam menatapmu. Kamu masih orang yang sama, pria dengan sikap sederhana
yang mampu melayangkan setiap bayang-bayang menjadi keindahan yang mengalir
pelan.
Ceritakan padaku, apa yang kamu
alami setelah berpisah denganku? Dan siapa kini yang menjadi wanita istimewamu?
Pasti sudah ada. Dan pasti kamu mengalami kebahagiaan yang berlipat-lipat kan?
Aku yakin, kamu selalu bahagia, karena kebahagiaanmu masih setia aku rapalkan
dalam doa. Sosokmu masih sering kuperbincangkan dengan Tuhan. Karena
mendoakanmu adalah caraku memelukmu dari kejauhan. Hanya itu yang bisa aku
lakukan setiap kali aku merindukan kamu dan kebersamaan indah kita dulu.
Meski kita sudah lama tak saling bertatap mata, tapi aku tak pernah lupa sinar matamu ketika menatapku dengan tajam. Aku tak bisa melupakan senyummu yang seringkali membuatku dag-dig-dug setiap kali aku melihatnya. Apa kamu masih ingat ketika kita malu-malu saat berbicara dan berbincang tentang cinta? Karena hatimu dan hatiku belum siap memahami yang telah terjadi saat itu, kita menjalani banyak perasaan yang terkesan maya tapi terasa begitu nyata. Setiap pertemuan indah denganmu selalu aku rangkai dalam jentikan jemariku, aku berharap tak ada kata “berakhir” yang mampu menghilangkan hari-hari menyenangkan yang pernah kita lalui.
Kamu mengajarkanku banyak rasa. Dari rasa canggung, malu, bingung, berbohong pada perasaan sendiri, memendam, enggan berkomentar dan rasa takut akan kehilangan. Sosokmulah yang telah memacuku bercerita lewat puisi. Puisi singkat dengan pemilihan kata sederhana yang bercerita tentang hal yang aku rasakan. Kamu ingat puisi yang aku bacakan saat MidTest Sastra Indonesia Semester 1 lalu? Tolong jangan mengejekku dan tertawa jika mengingatnya J
Betapa manisnya kita dulu, sayang semua hanya terjadi 2bulan 24hari. Kenangan yang tak bisa lagi diputar. Semua tinggal kenangan yang tak mungkin terulang kembali. Seandainya aku bisa memutar waktu, aku ingin kembali pada saat-saat dimana kita berdua bisa menghabiskan hari dengan canda dan tawa yang menghiasnya, membiarkan cinta hadir dan bertumbuh. Rindukah kamu dengan percakapan-percakapan kita yang mengundang tawa kala itu? Masih ingatkah kamu dengan kekonyolan tengah malam yang kita lakukan saat berbicara dengan bulan dan bintang melalui pesan singkat? Kita melakukannya saat kamu menghilang beberapa jam setelah Ujian Tengah Semester1 Pronounciation berakhir. Aku setia menunggumu malam itu, aku setia menemanimu dan memberikan semangat padamu ketika kamu merasa tak mampu mengikuti setiap mata kuliah. Jujur, aku merindukan kekonyolan yang membuat senyumku merekah malam itu.
Dulu, aku tak pernah berpikir untuk memperjuangkan kamu. Yang aku tahu kalau perasaan ini begitu unik dan sangat menyenangkan. Kamu mampu membuat hatiku tergoncang. Aku masih ingat betul keisenganmu saat mencubit pipi dan hidungku dulu, sedang aku hanya bisa tersenyum malu saat itu. Aku masih ingat betul saat kita mau-malu menghabiskan Quality Time berdua di cafe itu. Aku masih ingat betul setiap perhatian kecilmu padaku. Aku masih ingat betul saat kita berjalan ditengah gerimis sore itu. Mencari rumah teman kita, yang sama-sama kita tak tahu tepatnya dimana. Aku juga masih ingat betul saat kamu menyuruhku memakai jas hujanmu kala itu. Aku sempat menolak, tapi karena kamu memaksa akhirnya aku pun mengenakannya. Maaf, waktu itu aku lupa melipat jas hujanmu kembali.
Kini, aku dan kamu sudah berubah. Tapi entah mengapa perasaanku masih tetap sama. Aku masih belum bisa melupakan kenangan yang sudah lebih dulu terjadi. Dibalik ingatan yang ada, menyakitkan memang jika aku selalu mengingat banyak hal yang tak pernah sepenuhnya kamu ingat. Aku mengingatnya, sedang kamu melupakannya. Ingatkah, saat kamu bilang kalau kamu tak akan meninggalkanku? Aku hanya tersenyum jika mengingat kalimatmu yang kamu kirimkan dalam pesan singkat dulu. Karena buatku bukanlah berjanji untuk tidak meninggalkan, tapi berjanjilah untuk tetap bertahan saat salah satu tersakiti. Aku melakukannya, sedang kamu memutuskan perjuanganku. Tugasku kini, hanya mendoakan dan memberimu semangat untuk meraih kesuksesanmu. Lalu setelah itu, kamulah yang menentukan dengan siapa kamu akan menikmati kesuksesanmu.
Saat ini, diumurmu yang semakin bertambah, duapuluhtiga tahun rupanya. Aku hanya ingin mendoakan agar semua cita-cita dan harapanmu bisa tercapai. Kamu bilang, kamu ingin menjadi seorang Entepreneur dan ingin mengelilingi dunia, bukan? Semoga Tuhan senantiasa memeluk cita-cita dan harapanmu itu, yaa.
Selamat ulang tahun, pria yang sempat mewarnai hariku. Seorang pria dengan wajah menenangkan, bermata sendu, serta pria yang membuatku jatuh cinta dengan suara lembut dan senyumannya. Dimataku kamu tanpa cela. Dibunga tidurku kamu masih sering menjadi pemeran utama. Dihatiku kamu masih memiliki peran yang luar biasa. Meski aku sedang berusaha membencimu dan menghilangkan rasa padamu setiap hari.
Sekali lagi selamat ulang tahun Guardian Angel dan Pelangiku. Tetaplah menjadi pria rendah hati kebanggaanku yang sederhana, dan jangan pernah berhenti untuk tersenyum. Maaf, aku hanya bisa memberikan botol minum dan handuk kecil itu padamu. Di botol minum itu ada foto kita, setidaknya kamu bisa mengingatku. Dan di handuk kecil itu ada tulisan “Tedz” berwarna merah, nama panggilan sayangku untukmu. Aku memilih warna merah karena buatku kamu adalah sosok yang pemberani (berani mencuri hatiku). Ohya, dulu aku pernah berjanji untuk selalu menyediakan tishu dan mengelap keringatmu setelah kamu maju kedepan kelas untuk presentasi atau bercerita sesuatu. Tapi, maaf aku tak bisa melakukannya. Karena itu aku memberikan handuk kecil itu sebagai gantinya. Semoga botol minum dan handuk kecil itu bisa kamu pakai. Tapi, jika kamu tidak suka tak apa, kamu bisa simpan atau membuangnya.
Hmm, sebentar lagi kita akan mengakhiri Semester dua dan akan masuk Semester tiga. Tetap semangat dan terus semangati aku dengan senyummu yaa, karena kamu dan senyummu adalah karya Tuhan yang aku kagumi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar