Kamu, Bye!
Aku pernah menaruh hati pada pria
lain. Tapi entah mengapa hanya kamu yang terus mampu membuatku berpaling. Aku mengagumimu.
Awalnya memang aku kagum pada pribadimu, tapi entah mengapa semakin hari rasa
itu berubah dan bertumbuh menjadi perasaan yang lebih dari sekedar rasa kagum.
Perasaan itu mulai menjalar menjadi perasaan cinta, aku tidak pernah mengerti
perasaan itu, yang aku tahu bahwa aku selalu merasa senang saat ada di dekatmu.
Merasa tentram dari semua galau. Merasa damai dari semua senyap. Membuat hal
membosankan menjadi sangat menyenangkan. Aku menyukai caramu melucu yang kadang
membuat tawaku membuncah. Menyukainya saat aku menghabiskan waktu itu
bersamamu.
Mungkin kala itu aku hanya mengikuti
emosi sesaat. Aku tahu seharusnya aku menahan diri untuk setiap rasa yang
timbul. Tapi aku tak mampu. Aku juga tidak tahu karena rasa itu timbul dengan
sendirinya. Timbul sejak beberapa tahun lalu karena kejadian singkat yang
sebenarnya biasa saja. Kamu membuatku melihat dirimu dari sudut pandang yang
berbeda. Ternyata kamu menyimpan banyak sekali hal yang orang lain tidak
ketahui tentangmu. Tapi malam itu, kamu hadir sebagai sosok yang hangat, sosok
yang sangat peduli dan menyenangkan. Sejak saat itu kamu membuat setiap hariku
berbeda. Membuat hariku lebh baik. Memberikan semangat meski tak secara
langsung, dan memberikan energi positif yang baru untukku.
Aku menginginkanmu. Itu benar. Tapi
maksudku dalam artian yang positif. Menginginkanmu menjadi teman, sahabat,
kakak serta kekasih untuk melalui hari demi hari bersama. Menjejak sudut-sudut
kebahagiaan dan mungkin juga pahit-getirnya kehidupan.
Tapi aku tahu itu semua tak akan
mungkin terjadi. Karena kamu memiliki dunia yang berbeda denganku. Aku dan kamu
layaknya bumi dan langit. Aku hanya bisa memandangmu dari kejauhan. Hanya bisa
terus menjadi secret admirermu,
mengagumimu ketika kamu memainkan tuts-tuts hitam putih di pojok kiri sana. Aku
hanya bisa memandang senyum simpulmu yang manis ketika kamu bercengkrama ramah dengan
orang lain di sekitarmu. Sedangkan aku hanya bisa menikmatinya dari kejauhan.
Tenang, aku sedang dalam proses
melupakanmu kok. Melupakan segala hal indah yang pernah aku dan kamu lakukan.
Melupakan segala kenangan terbaik yang selalu aku banggakan ketika aku
bercerita pada teman dan sahabatku. Aku akan belajar mengubur dalam-dalam
setiap perasaan yang ada. Karena wanita diluar sana memang lebih pantas
menggenggam jemarimu dibandingkan aku. Wanita diluaran sana lebih pantas mendapat
rasa yang tulus darimu. Tenang, aku sedang dalam proses mengikhlaskanmu kok.
Mengikhlaskan kamu sepenuhnya dengan wanita pilihan terbaikmu.
Terimakasih
sudah menjadi pelangi terindah dalam hari-hariku selama hampir 5 tahun ini. Beberapa
kali pria keluar masuk dalam hidupku, kamu tetap jadi pria yang terus aku
kagumi. Karena aku hanya di takdirkan menjadi secret admirermu dan aku menyukai setiap rasa sakitnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar