Jatuh cinta itu selalu mampu
membuatku bahagia. Bukan hanya buatku tapi buat semua orang. Jika ku tanyakan
bagaimana rasanya jatuh cinta pasti jawabannya akan selalu menyenangkan. Tapi pernahkah
kalian jatuh cinta pada seorang yang sudah mempunyai pasangan atau yang akan
menikah? Kalau pernah, bagaimana rasanya? Pasti sangat tidak menyenangkan. Tidak
akan ada yang ingin jatuh dalam perangkap seperti itu. Jatuh cinta itu
menyenangkan jika pada orang yang tepat.
Kembali ke pertanyaan awal. Bagaimana
jika dengan seorang yang sudah memiliki kekasih? Pasti awalnya menyenangkan, menyenangkan
sesaat. Tapi setelah itu pasti akan merasakan rasa sakit dan patah hati
nantinya. Tidak akan bisa dipungkiri dan tidak akan bisa dihindari. Memang tidak
ada yang salah mencintai seseorang. Karena perasaan memang tidak pernah salah. Yang
salah adalah bagaimana menempatkan perasaan pada seseorang. Bermain api pasti
akan terbakar.
Kini, aku merasakan perasaan yang
indah itu, namun dengan orang yang salah.
Perasaan indah yang aku rasakan pada seorang pria yang sudah memiliki pasangan
dan segera menuju pelaminan. Pria yang membuatku jatuh hati terhadapnya. Pria yang
membuatku merasa dag-dig-dug setiap
kali melihatnya. Pria yang mampu membuatku kembali bangkit dari rasa patah
hatiku terhadap priaku dulu. Dia, selalu mampu membuatku penasaran dengan
setiap hal yang dia lakukan dan dengan setiap hal yang dia kerjakan.
Lalu bagaimana dengan perasaan
yang aku rasakan ini? Aku menyukainya, aku mengaguminya, dan aku mencintainya.
Saat ini benar sekali aku menaruh hati terhadapnya. Tapi jelas sekali dia tidak
menaruh hati terhadapku. Dia hanya menganggapku sebagai adiknya atau mungkin sebagai
temannya atau bahkan sebagai orang asing. Aku mengenalnya sudah sangat lama. Aku
mengagumi semua hal darinya. Aku pengagumnya dan hanya bisa mengaguminya dalam
diam.
Salahkah jika aku berharap bisa
memiliki hubungan lebih padanya? Salahkah jika aku berharap bisa bersamanya? Aku
mencintainya. Salahkah perasaan jatuh cinta ini?
Baiklah.. ini memang sedikit
memaksa memang. Tapi apa salah jika cinta hadir kepada seseorang yang sangat
sederhana sepertiku? Salahkah jika aku mengharapkan cintanya? Salahkah jika aku
terlalu berharap? Salahkah cinta datang dalam hatiku? Seandainya aku bisa
menahan perasaan ini, seandainya aku bisa menahan gejolak ini pasti akan aku
coba untuk menahanya. Tapi sayangnya aku tak bisa melakukannya. Setiap kali aku
menahannya, pasti semakin menjadi-jadi perasaan ini. Setiap kali aku mencoba
melupakan rasa ini, semakin menjadi perasaan yang sangat tak ingin aku lupakan.
Sekali lagi perasaan memang tak
pernah salah. Lalu siapa yang salah? Hati yang merasakan? Orang yang merasakan?
Atau memang salahkah cinta itu hadir?
Tidak ada yang salah dengan perasaan Jeng Ester ...
BalasHapusKarena hal yg sama juga terjadi dgn saya ...
Saya mencintai orang yang telah beristeri... yg sebelumnya saya tidak pernah merasakan indahnya jatuh cinta, dan parahnya lagi... saya sudah berkeluarga dan memiliki 4 orang anak, tapi saya dijodohkan, jadi saya tidak pernah merasakan cinta sama sekali dgn suami saya.
Saya juga merasakan sakit yg luar biasa, disatu sisi saya merasa berdosa pada suami saya yg sangat mencintai saya, tp hati saya juga sangat sakit, krn harus kehilangan org yg sangat saya kagumi dan sayangi... Haruskah saya menyalahkan Tuhan yg telah menganugerahkan perasaan cinta ini pada hati saya yg lemah ini...?