Kamis, 19 Juni 2014

Salahkah Cinta Itu Hadir?


Jatuh cinta itu selalu mampu membuatku bahagia. Bukan hanya buatku tapi buat semua orang. Jika ku tanyakan bagaimana rasanya jatuh cinta pasti jawabannya akan selalu menyenangkan. Tapi pernahkah kalian jatuh cinta pada seorang yang sudah mempunyai pasangan atau yang akan menikah? Kalau pernah, bagaimana rasanya? Pasti sangat tidak menyenangkan. Tidak akan ada yang ingin jatuh dalam perangkap seperti itu. Jatuh cinta itu menyenangkan jika pada orang yang tepat.
Kembali ke pertanyaan awal. Bagaimana jika dengan seorang yang sudah memiliki kekasih? Pasti awalnya menyenangkan, menyenangkan sesaat. Tapi setelah itu pasti akan merasakan rasa sakit dan patah hati nantinya. Tidak akan bisa dipungkiri dan tidak akan bisa dihindari. Memang tidak ada yang salah mencintai seseorang. Karena perasaan memang tidak pernah salah. Yang salah adalah bagaimana menempatkan perasaan pada seseorang. Bermain api pasti akan terbakar.
Kini, aku merasakan perasaan yang indah itu, namun dengan orang yang  salah. Perasaan indah yang aku rasakan pada seorang pria yang sudah memiliki pasangan dan segera menuju pelaminan. Pria yang membuatku jatuh hati terhadapnya. Pria yang membuatku merasa dag-dig-dug setiap kali melihatnya. Pria yang mampu membuatku kembali bangkit dari rasa patah hatiku terhadap priaku dulu. Dia, selalu mampu membuatku penasaran dengan setiap hal yang dia lakukan dan dengan setiap hal yang dia kerjakan.
Lalu bagaimana dengan perasaan yang aku rasakan ini? Aku menyukainya, aku mengaguminya, dan aku mencintainya. Saat ini benar sekali aku menaruh hati terhadapnya. Tapi jelas sekali dia tidak menaruh hati terhadapku. Dia hanya menganggapku sebagai adiknya atau mungkin sebagai temannya atau bahkan sebagai orang asing. Aku mengenalnya sudah sangat lama. Aku mengagumi semua hal darinya. Aku pengagumnya dan hanya bisa mengaguminya dalam diam.
Salahkah jika aku berharap bisa memiliki hubungan lebih padanya? Salahkah jika aku berharap bisa bersamanya? Aku mencintainya. Salahkah perasaan jatuh cinta ini?
Baiklah.. ini memang sedikit memaksa memang. Tapi apa salah jika cinta hadir kepada seseorang yang sangat sederhana sepertiku? Salahkah jika aku mengharapkan cintanya? Salahkah jika aku terlalu berharap? Salahkah cinta datang dalam hatiku? Seandainya aku bisa menahan perasaan ini, seandainya aku bisa menahan gejolak ini pasti akan aku coba untuk menahanya. Tapi sayangnya aku tak bisa melakukannya. Setiap kali aku menahannya, pasti semakin menjadi-jadi perasaan ini. Setiap kali aku mencoba melupakan rasa ini, semakin menjadi perasaan yang sangat tak ingin aku lupakan.
Sekali lagi perasaan memang tak pernah salah. Lalu siapa yang salah? Hati yang merasakan? Orang yang merasakan? Atau memang salahkah cinta itu hadir?

1 komentar:

  1. Tidak ada yang salah dengan perasaan Jeng Ester ...
    Karena hal yg sama juga terjadi dgn saya ...
    Saya mencintai orang yang telah beristeri... yg sebelumnya saya tidak pernah merasakan indahnya jatuh cinta, dan parahnya lagi... saya sudah berkeluarga dan memiliki 4 orang anak, tapi saya dijodohkan, jadi saya tidak pernah merasakan cinta sama sekali dgn suami saya.
    Saya juga merasakan sakit yg luar biasa, disatu sisi saya merasa berdosa pada suami saya yg sangat mencintai saya, tp hati saya juga sangat sakit, krn harus kehilangan org yg sangat saya kagumi dan sayangi... Haruskah saya menyalahkan Tuhan yg telah menganugerahkan perasaan cinta ini pada hati saya yg lemah ini...?

    BalasHapus