Ditengah lelah yang menyiksaku,
gadis bodoh ini tak ingin mengungkapkan banyak hal, walaupun sebisa mungkin aku
berusaha tidak menulis banyak hal tentangmu. Tapi kuyakin tulisan ini akan
terdiri dari beberapa paragraf. Yang isinya tentu saja pasti memperbincangkan
sosok mu.
Lebih dari dua minggu kedekatan
kita. Dan selama itu pun aku tak berani mengungkapkan apa yang sebenarnya
kurasakan. Ada rasa sesak yang terus menghantui dan ada rasa takut kehilangan
yang tak pernah jelas ku pahami. Tuh, kan.. setiap membicarakanmu pasti aku
galau lagi!
Entahlah, aku tidak tahu. Lebih
dari dua minggu ini, kamu menjelma menjadi seseorang yang kutakutkan. Setiap
melihatmu, ada bayang-bayang wanitamu yang selalu berusaha kulawan. Namun,
semakin aku berlari ingin menjauhimu, sosokmu semakin dekat dan nyata. Mungkin,
ini salahku. Mencintai sosokmu yang sudah di miliki oranglain. Mencintaimu
dengan brutalnya tanpa izin. Tapi, apa dayaku. Aku tak kuasa menahan setiap
hembusan angin cinta yang mengalir lembut di liang hati. Meski aku sadar kita
tak akan pernah bisa bersatu.
Sejak kamu hadir menjelma menjadi
pria yang sering memperhatikanku, aku tak minta banyak hal selain ingin dekat
terus denganmu. Meski aku harus melawan ketakutan serta kecemasanku terhadap
wanitamu. Aku bukan wanita yang pandai menceritakan perasaanku padamu, karena
saat kamu hadir aku hanya bisa bungkam menahan rasa itu sendiri.
Entah mengapa, semakin hari kamu
semakin nampak mempesona meskipun kau mungkin tidak menyadari gadis bodoh ini
telah mencintaimu dengan sangat berani.
Bagiku kamu adalah terang yang
menjadikan hariku lebih sempurna karena semangat yang kamu berikan. Tapi tak
bisa kupungkiri kalau aku takut semuanya berubah menjadi gelap ketika wanitamu
mengetahui bagaimana kedekatan kita saat ini. Ah.. ketakutan itu sungguh
menguras tenaga dan otakku.
Kita begitu dekat, berharap
kedekatan ini akan berlanjut. Tidak hilang hanya karena aku yang egois
memaksakan kehendak hatiku.
Terimakasih untuk dua minggu ini,
Teman, pria yang sebenarnya ingin kuanggap lebih dari teman. Sudah lebih dari
dua minggu, dan aku masih dalam posisi ketakutanku entah sampai kapan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar