Rabu, 19 Agustus 2015

Lebih dari Dua Minggu


Ditengah lelah yang menyiksaku, gadis bodoh ini tak ingin mengungkapkan banyak hal, walaupun sebisa mungkin aku berusaha tidak menulis banyak hal tentangmu. Tapi kuyakin tulisan ini akan terdiri dari beberapa paragraf. Yang isinya tentu saja pasti memperbincangkan sosok mu.

Lebih dari dua minggu kedekatan kita. Dan selama itu pun aku tak berani mengungkapkan apa yang sebenarnya kurasakan. Ada rasa sesak yang terus menghantui dan ada rasa takut kehilangan yang tak pernah jelas ku pahami. Tuh, kan.. setiap membicarakanmu pasti aku galau lagi!

Entahlah, aku tidak tahu. Lebih dari dua minggu ini, kamu menjelma menjadi seseorang yang kutakutkan. Setiap melihatmu, ada bayang-bayang wanitamu yang selalu berusaha kulawan. Namun, semakin aku berlari ingin menjauhimu, sosokmu semakin dekat dan nyata. Mungkin, ini salahku. Mencintai sosokmu yang sudah di miliki oranglain. Mencintaimu dengan brutalnya tanpa izin. Tapi, apa dayaku. Aku tak kuasa menahan setiap hembusan angin cinta yang mengalir lembut di liang hati. Meski aku sadar kita tak akan pernah bisa bersatu.

Sejak kamu hadir menjelma menjadi pria yang sering memperhatikanku, aku tak minta banyak hal selain ingin dekat terus denganmu. Meski aku harus melawan ketakutan serta kecemasanku terhadap wanitamu. Aku bukan wanita yang pandai menceritakan perasaanku padamu, karena saat kamu hadir aku hanya bisa bungkam menahan rasa itu sendiri.

Entah mengapa, semakin hari kamu semakin nampak mempesona meskipun kau mungkin tidak menyadari gadis bodoh ini telah mencintaimu dengan sangat berani.

Bagiku kamu adalah terang yang menjadikan hariku lebih sempurna karena semangat yang kamu berikan. Tapi tak bisa kupungkiri kalau aku takut semuanya berubah menjadi gelap ketika wanitamu mengetahui bagaimana kedekatan kita saat ini. Ah.. ketakutan itu sungguh menguras tenaga dan otakku.

Kita begitu dekat, berharap kedekatan ini akan berlanjut. Tidak hilang hanya karena aku yang egois memaksakan kehendak hatiku.

Terimakasih untuk dua minggu ini, Teman, pria yang sebenarnya ingin kuanggap lebih dari teman. Sudah lebih dari dua minggu, dan aku masih dalam posisi ketakutanku entah sampai kapan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar